
ITP dahulu dikenal sebagai IDIOPATHIC (~ penyebab tidak diketahui) Thrombocytopenic Purpura (bercak perdarahan di bawah kulit akibat menurunnya jumlah Trombosit). Namun sekarang dikenal dengan nama Immune Thrombocytopenia karena fokusnya pada gangguan auto-immune yang merusak Trombosit sehingga terjadi penurunan jumlah Trombosit yang ada di darah. Dampaknya adalah dapat terjadi perdarahan spontan yang tampak di bawah kulit, yang jaman dahulu di masyarakat umum dijuluki penyakit ‘dijilat setan’ karena saat bangun tidur ditemukan kebiruan tanpa didahului trauma benturan apapun.
Sekarang telah ditemukan penyakit ini ada kaitan dengan gangguan pada sistem kekebalan tubuh yang menjadi kacau, salah mengenali Trombosit sendiri sebagai benda asing yang mesti diserang (~ auto-immune). Dan sama seperti penyakit auto-immune lainnya, obat andalah adalah Kortikosteroid, bila gagal diberikan obat penekan kekebalan tubuh yang biasanya ada pada sejumlah obat anti-kanker, atau bila tetap gagal dilakukan operasi mengangkat Limpa yang biasa bertugas memusnahkan darah tua untuk didaur ulang membuat darah baru.

Penyebab terkait bisa karena pernah mengalami suatu infeksi di mana kuman penyebabnya memiliki kemiripan antigen dengan trombosit, atau suatu peradangan kronis seperti penyakit rematik, kanker, yang antigennya memiliki kesamaan dengan yang ada pada Trombosit. Apapun penyebabnya, berdampak pada terbentuknya Antibodi yang menyerang Trombosit sendiri. Berita baiknya adalah pada sebagian penderita, penyakit ini dapat pulih sendiri, sepertinya permusuhan dengan Trombosit tubuh sendiri bisa diperdamaikan dan kondisi menjadi normal kembali.
Penelitian membuktikan ada pengaruh Radikal bebas pada patofisiologi penyakit ITP, dan dengan menambahkan Antioksidan pada terapi standar dengan Kortikosteorid didapatkan hasil yang lebih baik dan stabil. Jadi apapun terapi yang menjadi pilihan, kita perlu menambahkan antioksidan dan juga memperbaiki gaya hidup sehat yang mengurangi jumlah radikal bebas yang beredar di dalam tubuh.
Salah satu Antioksidan alamiah yang diproduksi di dalam tubuh kita adalah Glutathione yang banyak diproduksi di Organ Liver. Salah satu cara meningkatkan produksi Glutathione alamiah ini adalah dengan menempelkan Patch Glutathione yang dapat meningkatkan produksi sampai 300%.
Penyakit Auto-imun seringkali juga berhubungan dengan tingkat stress penderita, dan berhubungan juga dengan keseimbangan Flora normal di Usus. Kelemahan sinyal saraf Vagus diketahui dapat menyebabkan gangguan keseimbangan di berbagai sistem organ, sehingga sekarang banyak upaya diarahkan untuk memperkuat sinyal saraf Vagus ini. Relaksasi, Meditasi, Massage, Akupunktur di area Leher-Bahu dapat memperbaiki sinyal saraf Vagus tersebut.
Pendek kata, kita sudah mesti merawat keseluruhan tubuh kita secara Holistik, tidak dapat lagi hanya mengandalkan obat-obat atau operasi yang dampaknya tidak langgeng.
