Kategori
Edukasi Kesehatan

Tumor Pankreas

Pada umumnya awam mengenal Pankreas sebagai Pabrik Insulin yang dihasilkan oleh kelompok sel Endokrin, padahal Pankreas juga mempunyai peran sebagai kelenjar Eksokrin penghasil aneka Enzym pencernaan seperti Lipase untuk mencerna Lemak, Protease (terutama Trypsin, Chymotrypsin) untuk mencerna Protein, dan Amylase untuk mencerna Karbohidrat.  Sebagaimana organ lainnya, Pankreas juga dapat mengalami mutasi sel yang berpotensi menjadi Tumor, lalu menjadi Prekanker dan bila dibiarkan akan menjadi Kanker Pankreas. Sebagian besar kanker Pankreas berjenis Adenokarsinoma pada jaringan eksokrin, dan sebagian kecil berjenis Neuroendokrin tumor. Kedua jenis tumor/kanker Pankreas ini memiliki gambaran klinis, tes lab dan cara pengobatan yang berbeda. Bila ditemukan gejala dan tanda tumor Pankreas, selanjutnya akan ditentukan stadiumnya: 

Stadium 0, Tis (Tumor masih di lapisan teratas saluran pankreas).

Stadium IA, T1 (Tumor terbatas di Pankreas, berukuran < 2cm.

Stadium IB, T2 (Tumor berukuran 2-4 cm).

Stadium IIA, T3 (Tumor > 4cm).

Stadium IIB:

T1-N1 (Tumor < 2 cm, namun ada penyebaran ke 1-3 kelenjar getah bening (KGB) di sekitarnya. 

T2-N1 (Tumor 2-4 cm dan telah menyebar di 1-3 KGB sekitar. 

T3-N1 (Tumor berukuran > 4cm dan menyebar di 1-3 KGB sekitar). 

Stadium III:

T1-N2 (Tumor <2 cm namun sudah menyebar ke >4 KGB sekitar. 

T2-N2 (Tumor 2-4 cm dan telah menyebar ke >4 KGB sekitar. 

T3-N2 (Tumor >4 cm dan telah menyebar ke >4 KGB sekitarnya). 

T4-N berapa saja (Tumor telah tumbuh melewati Pankreas dan memasuki pembuluh darah utama di dekatnya). 

Stadium IV, T berapa saja, N berapa saja, M1 (Kanker telah menyebar ke organ jauh seperti Liver, Peritoneum, Paru, Tulang.

Intervensi Pengobatan tidak hanya ditentukan oleh ukuran tumor, banyaknya KGB yang terkena, dan metastasis yang terjadi, melainkan juga pada kondisi grade kankernya (grade I gambaran sel kanker masih menyerupai jaringan normal, grade III gambaran sel kanker tampak sekali sangat abnormal, grade II berada di tengah-tengah kedua grade tsb. Masih ada pula penilaian dari ahli bedah, apakah tumornya mungkin diangkat atau tidak mungkin lagi diangkat. 

Apapun kondisinya, kesehatan sel yang masih normal perlu diperbaiki supaya mampu melawan kondisi toksik yang ditimbulkan sel-sel kanker. Secara umum didapatkan sel-sel kanker akan makin merajalela bila kondisi sekelilingnya sbb:

1. Nutrisi buruk

2. Oksigenasi buruk

3. Radikal Bebas banyak

4. pH asam

5. Bio-energi selular rendah

Jadi perlu perbaikan: Nutrisi yang kaya juga dengan Antioksidan, mampu melancarkan darah, bersifat Alkalin dan mampu meningkatkan bioenergi selular. Sayuran, Buah-buahan wajib sifatnya, ditambah dengan aneka suplemen yang bisa membantu terciptanya kondisi ideal tsb. Suplemen Subarashi dapat membantu Regenerasi sel sehat, melawan hiperagregasi Trombosit yang sering terjadi pada pasien kanker, sehingga darah lebih lancar menghantar nutri dan oksigen ke jaringan. Bio-energi dapat dibantu naik dengan melakukan terapi dengan energi Terahertz. Menggunakan Tumblr 7-Wonders yang menciptakan air minum hidrogen dan alkalin dapat pula membantu perbaikan lingkungan sel. Radikal bebas juga dapat dilawan dengan meningkatkan Glutathione dalam tubuh dengan bantuan Patch Glutathione.

Terapi Holistik jelas diperlukan melawan kondisi sakit kanker, karena kanker dapat subur bila kondisi tubuh jelek.

Kategori
Edukasi Kesehatan

ITP (Immune Thrombocytopenic Purpura)

ITP dahulu dikenal sebagai IDIOPATHIC (~ penyebab tidak diketahui) Thrombocytopenic Purpura (bercak perdarahan di bawah kulit akibat menurunnya jumlah Trombosit). Namun sekarang dikenal dengan nama Immune Thrombocytopenia karena fokusnya pada gangguan auto-immune yang merusak Trombosit sehingga terjadi penurunan jumlah Trombosit yang ada di darah. Dampaknya adalah dapat terjadi perdarahan spontan yang tampak di bawah kulit, yang jaman dahulu di masyarakat umum dijuluki penyakit ‘dijilat setan’ karena saat bangun tidur ditemukan kebiruan tanpa didahului trauma benturan apapun. 

Sekarang telah ditemukan penyakit ini ada kaitan dengan gangguan pada sistem kekebalan tubuh yang menjadi kacau, salah mengenali Trombosit sendiri sebagai benda asing yang mesti diserang (~ auto-immune). Dan sama seperti penyakit auto-immune lainnya, obat andalah adalah Kortikosteroid, bila gagal diberikan obat penekan kekebalan tubuh yang biasanya ada pada sejumlah obat anti-kanker, atau bila tetap gagal dilakukan operasi mengangkat Limpa yang biasa bertugas memusnahkan darah tua untuk didaur ulang membuat darah baru.

Penyebab terkait bisa karena pernah mengalami suatu infeksi di mana kuman penyebabnya memiliki kemiripan antigen dengan trombosit, atau suatu peradangan kronis seperti penyakit rematik, kanker, yang antigennya memiliki kesamaan dengan yang ada pada Trombosit. Apapun penyebabnya, berdampak pada terbentuknya Antibodi yang menyerang Trombosit sendiri. Berita baiknya adalah pada sebagian penderita, penyakit ini dapat pulih sendiri, sepertinya permusuhan dengan Trombosit tubuh sendiri bisa diperdamaikan dan kondisi menjadi normal kembali. 

Penelitian membuktikan ada pengaruh Radikal bebas pada patofisiologi penyakit ITP, dan dengan menambahkan Antioksidan pada terapi standar dengan Kortikosteorid didapatkan hasil yang lebih baik dan stabil. Jadi apapun terapi yang menjadi pilihan, kita perlu menambahkan antioksidan dan juga memperbaiki gaya hidup sehat yang mengurangi jumlah radikal bebas yang beredar di dalam tubuh. 

Salah satu Antioksidan alamiah yang diproduksi di dalam tubuh kita adalah Glutathione yang banyak diproduksi di Organ Liver. Salah satu cara meningkatkan produksi Glutathione alamiah ini adalah dengan menempelkan Patch Glutathione yang dapat meningkatkan produksi sampai 300%.

Penyakit Auto-imun seringkali juga berhubungan dengan tingkat stress penderita, dan berhubungan juga dengan keseimbangan Flora normal di Usus. Kelemahan sinyal saraf Vagus diketahui dapat menyebabkan gangguan keseimbangan di berbagai sistem organ, sehingga sekarang banyak upaya diarahkan untuk memperkuat sinyal saraf Vagus ini. Relaksasi, Meditasi, Massage, Akupunktur di area Leher-Bahu dapat memperbaiki sinyal saraf Vagus tersebut.

Pendek kata, kita sudah mesti merawat keseluruhan tubuh kita secara Holistik, tidak dapat lagi hanya mengandalkan obat-obat atau operasi yang dampaknya tidak langgeng.