Kategori
Edukasi Kesehatan

Diet Pikiran

Saya seringkali sampaikan dalam berbagai Seminar Kesehatan tentang Lima Pilar Kesehatan:

1. Makanan-Minuman-Udara yang Sehat

2. Olahraga dan Kebiasaan Sikap Tubuh sehari-hari

3. Istirahat dan Tidur yang cukup

4. Rekreasi dan Relaksasi

5. Pikiran dan Sikap Hidup yang Positif.

Kali ini saya akan menyoroti poin no.5 tentang Pikiran dan Sikap Hidup yang positif.

Kita mungkin sudah sering dengar pepatah “Garbage In, Garbage Out”. Bila dikaitkan dengan poin no.1, biasanya tidak sulit dipahami. Ibarat membuat kue, bila bahan baku murahan, akan dihasilkan kue dengan kualitas yang jauh berbeda dengan kue yang dibuat dengan bahan-bahan pilihan. 

Pikiran kita sesungguhnya juga sama seperti itu. Bila kita masukkan pikiran-pikiran yang negatif, tentu saja hasil yang didapatkan pada Emosi dan sikap hidup kita akan buruk juga. Pada saat kita merasa mulai tidak enak badan, cara kita berpikir akan menentukan perkembangan penyakit itu. Bila kita berpikir, “Waduh saya sakit. Celaka ini, saya jadi tidak bisa bekerja, saya bisa kehilangan pekerjaan, kenapa sih mesti sakit di saat ini… dst”, maka kondisi kita akan makin melemah. “Sudah sakit masih disalahkan pula!”. Sebaliknya bila kita dapat berpikir, “Nah alarm tubuh saya sudah menyala, tanda saya kelebihan beban. Saya perlu jeda istirahat dulu, perbaiki makan dan bantu detox. Saya perlu badan dan pikiran yang fit untuk menyelesaikan tugas-tugas ini.” Hasilnya tentu akan beda. Pada pola pertama kita bereaksi dengan denial / penolakan, tubuh kita akan mengeluarkan hormon dan kimiawi tubuh untuk menghadapi Figh/Flight response, berupa hormon Stress Pada pola kedua kita bereaksi dengan acceptance / penerimaan, tubuh kita akan mengeluarkan hormon terkait rasa sayang akan tubuh kita sendiri seperti Serotonin, Dopamine yang akan membantu pemulihan kesehatan kita.

Sikap Hidup yang positif pada dasarnya memerlukan Dua Sikap ini:

1. BERSYUKUR.  Belajar bersyukur baik situasinyaSmenyenangkan maupun tidak menyenangkan. Dalam situasi yang paling tidak menyenangkan sekalipun kita tetap dapat berpikir:  “Saya bersyukur dapat pengalaman berharga ini, walaupun pahit / mahal akan menjadi investasi saya menjadi semakin bijaksana menghadapi hidup ini.”

2. IKHLAS. Apa yang sudah terjadi tidak dapat kita ulang prosesmya untuk dihindari. Jadi buat apa kecewa, sedih, menyesal berlama-lama? Segera ikhlaskan, jadikan pengalaman berharga supaya tidak terulang, dan jadikan bekal untuk menasihati orang lain supaya tidak mengalami hal serupa.

Orang-orang Bijak memberi Nasihat: “Semua yang benar, semua yang mulia/bernilai, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, PIKIRKANLAH SEMUA ITU.”

Kategori
Edukasi Kesehatan

Masalah Keram Otot

Keram Otot merupakan masalah yang cukup sering terjadi, bukan hanya pada olahragawan, namun juga pada orang dengan kegiatan sehari-hari.  Ada sejumlah penyebab, namun yang paling umum adalah 3 hal mendasar:

1. Kelelahan Otot

2. Gangguan Aliran Darah

3. Gangguan Elektrolit

Kelelahan Otot terjadi pada pemakaian Otot yang tidak biasa; bisa karena pembebanan berlebih, atau  durasi aktivitas yang terlalu lama, atau suatu gerakan yang relatif baru dikenal. Gangguan Aliran darah biasanya ditandai dengan suhu lokal yang dingin pada perabaan. Bila pada perabaan terasa hangat, maka lebih mungkin terjadi gangguan elektrolit, khususnya mineral Calcium dan Magnesium, Natrium dan Kalium Kekurangan Natrium & Kalium praktis lebih jarang terjadi karena kedua mineral ini banyak didapat di dalam makanan sehari-hari. Kekurangan Calcium dan Magnesium bisa karena asupan Sayuran, biji-bijian dan kacang-kacangan yang kurang, atau karena penyerapan usus yang menurun. Penyerapan Calcium memerlukan bantuan Vit D3, yang normalnya didapatkan dari produksi di kulit dengan bantuan sinar UV Matahari, namun pada orang lanjut usia, daya produksi ini dapat menurun, sehingga diperlukan tambahan suplemen vit D3 + Calcium + Magnesium. Konsumsi Suplemen hendaknya bukan mengikuti 100% kebutuhan harian, melainkan sebagian saja. Upayakan selalu perolehan melalui Makanan Utuh alamiah.

Bila aliran darah tidak lancar. Perbaiki aktivitas Olahraga. Ingat aliran darah itu melibatkan 3 Komponen:

1. Pompa (Organ Jantung)

2. Pipa (Pembuluh Darah)

3. Isi (Darah; Serum Darah & Sel-sel Darah)

Bila anggota gerak selalu teraba dingin. dapat dibantu perbaikannya dengan Terahertz Energy yang dapat meningkatkan aliran darah melalui efek termal (panas) dan juga peningkatan energi selular.

Kategori
Edukasi Kesehatan

Selamatkan Kaki Diabetes

Penyintas Diabetes ini telah kehilangan jempol kakinya, sekarang ia terancam hilang seluruh kakinya. Masih dapatkah kaki ini diselamatkan? Ini bukan hanya pertanyaan sang pasien dan keluarganya, melainkan juga pertanyaan orang-orang yang merawat kondisi ini. Luka memang bisa diberi Perawatan, namun kalau Aliran Darah tidak bagus, siapa bisa jamin Luka akan menyembuh?

Dengan bantuan gelombang energi Terahertz yang bisa memperbaiki aliran darah dan menyehatkan sel-jaringan-organ, peluang kesembuhan meningkat banyak. Ditambah lagi Terahertz yang diarahkan ke tulang-tulang vertebra dan tulang-tulang panjang dapat meningkatkan produksi Stem cells, maka peluang perbaikan jaringan yang sudah begitu parah, dapatlah diharapkan. Total waktu diperlukan 3.5 bulan, dengan frekuensi kunjungan 3x seminggu oleh Br. Suyanto ke rumah pasien ini. Hasilnya … Luar Biasa!